Doa dan Dzikir Ibu Hamil

Diposting oleh Unknown on Jumat, 20 Juni 2014

Doa dan Dzikir Ibu Hamil

doa dan berdzikir

Doa dan Dzikir Ibu Hamil

Pertanyaan:
Apakah ada dzikir atau amalan khusus yang disunnahkan untuk ibu hamil?
Dari: Ummu Fauzan

Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,
Pertanyaan yang sama pernah disampaikan dalam Fatwa Islam. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Munajed, selaku pembina fatwa islam memberi jawaban.
Kami tidak mengetahui adanya doa khusus atau dzikir khusus untuk ibu hamil, baik dari dalil Alquran maupun hadis yang shahih. Sementara dzikir dan doa khusus bagi ibu hamil yang tersebar di masyarakat, tidak lepas dari dua hal: hadisnya palsu atau sebatas ijtihad sebagian ulama, yang menyarankan untuk membaca ayat tertentu atau doa yang sesuai keadaan si wanita hamil. Dan sedikit pun mereka tidak menisbahkan hal itu kepada syariat.

Contoh dzikir yang berasal dari hadis palsu adalah sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Fatimah radhiyallahu ‘anha, ketika sudah dekat hari melahirkan anaknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Ummu Salamah dan Zainab untuk menjenguknya. Kemudian mereka membacakan ayat kursi, ayat ke-54 dari surat Al-A’raf, ayat 3 surat Yunus, dan Al-Muawidzatain (QS. Al-Falaq dan An-Nas).

Riwayat ini merupakan hadis palsu. Sebagaimana disebutkan dalam al-Kalim ath-Thayib, karya Syaikhul Islam (hlm. 161) denga tahqiq, Syaikh al-Albani.
Kemudian, contoh dzikir bagi wanita hamil yang disarankan sebagian ulama diantaranya adalah keterangan Imam Ibnu Utsaimin tentang doa ketika melahirkan.
Syaikh Ibnu al-Utsaimin pernah ditanya ayat tertentu yang bisa dibaca untuk memudahkan wanita yang sedang melahirkan, beliau menjawab,
Saya tidak mengetahui adanya satu hadis yang menyebutkan hal ini. Akan tetapi jika ada orang yang membaca ruqyah di dekat wanita hamil yang sedang kontraksi, dengan ayat yang maknanya menunjukkan janji kemudahan, misalnya ayat:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan Allah tidak menghendaki kesulitan untuk kalian.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Atau ayat yang berbicara tentang kehamilan atau melahirkan, misalnya ayat,

وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِه

Tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya.” (QS. Fathir: 11)

Atau bisa juga membaca firman Allah,

إِذَا زُلْزِلَتِ الأَرْضُ زِلْزَالَهَا . وَأَخْرَجَتِ الأَرْضُ أَثْقَالَهَا

Apabila bumi digoncangkan dengan keras. Dan bumi mengeluarkan beban beratnya.” (QS. Az-Zalzalah: 1–2)

Membaca beberapa ayat di atas, insya Allah bermanfaat dan mujarab dengan izin Allah. Dan semua ayat Alquran bisa jadi obat. Jika orang yang membaca ruqyah dan yang diruqyah beriman dengan pengaruh dan dampak baik Alquran, maka akan memberikan hasil yang baik. Karena Allah berfirman,

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلاَّ خَسَاراً

Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra: 82).


Selanjutnya, kami juga menyarankan agar orang tua, terutama ibu yang sedang hamil, untuk banyak berdoa, memohon kebaikan bagi putranya dan janin yang dikandungnya. Karena doa baik orang tua bagi anaknya termasuk doa yang mustajab.

Kepada para ibu hamil, jadikan kesempatan hamil yang sedang ibu jalani untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan hindari maksiat semaksimal mungkin. Betapa banyak ibu hamil yang begitu ringan untuk membuka auratnya di depan umum, bahkan bisa jadi lebih parah dari pada sebelum hamil. Hati-hati, bisa jadi ini menjadi sebab Allah tidak menurunkan keberkahan bagi masa hamil Anda. Anda sedang membutuhkan pertolongan Sang Khaliq, Anda sedang sangat mengharapkan kasih sayang Sang Maha Rahmah. Karena itu, jangan membuat Tuhan anda murka.
Semoga rahmat dan ampunan Allah senantiasa menyertai kita.
Allahu a’lam

Refersi: Fatwa Islam, no. 119767

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Sumber : http://www.konsultasisyariah.com

Baca Selengkapnya »»» Doa dan Dzikir Ibu Hamil

Sunnah-Sunnah yang Perlu Dilakukan Selama Kehamilan

Diposting oleh Unknown

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ‘Ala Aalihiwa Ashhabihi wa Man waalah, wa ba’d:

Kepada ibu yang dimuliakan Allah Ta’ala …. Semoga rahmat dan rahim-Nya menyempurnakan kebahagiaan ibu sekeluarga dan kita semua…
Sebenarnya tidak ada petunjuk khusus dan rinci dalam Al Quran dan As Sunnah untuk ibu-ibu hamil. Namun, kehamilan adalah salah satu nikmat Allah Ta’ala kepada hamba-Nya dan tanda-tanda kekuasaan-Nya di hadapan mereka. Oleh karena itu, mensyukuri nikmat “kehamilan” adalah bagian dari ajaran Islam.
Ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan selama kehamilan:

1. Bergembira atas berita kehamilan.
Ini yang mesti diingat oleh seorang muslimah yang sedang hamil (tentu dari suami yang sah).  Sebab, Allah Ta’ala mempercayakan dirinya dan suami untuk melahirkan, merawat, membesarkan, dan mendidik salah satu hamba-Nya. Baik itu kehamilan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya, tetaplah bergembira. Cukup banyak wanita hanya mensyukuri kehamilan pertama atau kedua –karena ini yang dinanti-nanti- tetapi mereka nampak shock dengan kehamilan selanjutnya, apalagi kehamilan itu di luar rencana mereka. Seharusnya mereka bersyukur dimudahkan oleh Allah Ta’ala untuk hamil, sementara masih banyak wanita yang berjuang bertahun-tahun, belasan, bahkan sampai mereka tua belum dikaruniai anak. Lebih dari itu, ada yang sampai menghabiskan biaya besar untuk hamil, bahkan menggadaikan aqidah dengan datang ke dukun.
Bergembira atas datangnya jabang bayi telah Allah Ta’ala ajarkan dalam beberapa ayat berikut ini, ketika menceritakan lahirnya Ismail dan Ishaq untuk Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam:

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

Maka Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar (Yakni Ismail). (QS. Ash Shafat: 101)

Ayat yang lain:

إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

 “Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim (yakni Ishaq)” (QS. Al Hijr: 53)

2. Melindungi diri dan kandungan dari gangguan setan
Hendaknya seorang muslim dan muslimah, apalagi ibu hamil, tidak melupakan dzikir-dzikir ma’tsur yang memang Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ajarkan, baik yang berasal dari Al Quran seperti membaca Al Mu’awwidzaat (Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas), Al Fatihah, lima ayat awal Al Baqarah dan tiga ayat terakhirnya, juga ayat Kursi. Begitu pula doa-doa perlindungan dari nabi, seperti a’udzu bikalimaatillahi taammati min syarr maa khalaq, pagi dan petang.  

3. Jangan lupa membaca Al-Quran minimal mendengarkannya
Tidak ayat surat dan ayat khusus untuk ibu-ibu hamil dan bayi dalam kandungannya. Bacalah Al Quran pada surat apa pun dan biasakanlah hal itu sebagai pendengaran yang baik bagi jabang bayi, dan hindarilah lagu dan musik jahiliyah. Semoga hal itu menjadi budaya baik yang melekat di telinga jabang bayi yang membekas sampai dia lahir dan besar nanti.

4. Hindari kepercayaan terhadap mitos-mitos yang menodai aqidah
Biasanya, cukup banyak tahayul dan khurafat yang menyertai ibu-ibu hamil. Mereka ditakut-takuti dengan berbagai larangan dan perintah yang tidak ada dasarnya dari agama Islam, melainkan berdasarkan keyakinan tidak jelas dari mana sumbernya. Seperti larangan memasukkan bantal ke sarungnya, karena takut susah melahirkan; atau jika melihat yang jelek-jelek maka ucapkanlah “amit-amit jabang bayi” sambil mengusap perut dengan harapan agar  bayi nanti lahir tidak jelek seperti yang dilihatnya.

5. Memeriksakan kesehatan ibu dan bayi secara teratur kepada  ahlinya
Ini merupakan upaya logis dan sunnatullah yang mesti dilakukan. Tidak sekadar mengandalkan tawakal setelah dzikir dan doa, tetapi sebab-sebab kauniyah yang natural juga mesti disediakan. Larangan-larangan yang sifatnya medis, begitu pula anjurannya, hendaknya diperhatikan. Jangan sampai ibu hamil lebih percaya dengan tahayul dan khurafat, tetapi dengan hal-hal yang ilmiah justru tidak dipercaya.

6. Jika sulit melahirkan cobalah lakukan sunnahnya Ibnu Abbas dan Ali  Radhiallahu ‘Anhuma
Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan:
إذا عسر على المرأة ولدها تكتب هاتين الآيتين والكلمتين في صحيفة ثم تغسل وتسقى منها، وهي: بسم الله الرحمن الرحيم لا إله إلا الله العظيم الحليم الكريم، سبحان الله رب السموات ورب الارض ورب العرش العظيم ” كأنهم يوم يرونها لم يلبثوا إلا عشية   أو ضحاها ” [ النازعات: 46 ]. ” كأنهم يوم يرون ما يوعدون لم يلبثوا إلا ساعة من نهار بلاغ فهل يهلك إلا القوم الفاسقون “
“Jika seorang wanita kesulitan ketika melahirkan, maka Anda tulis dua ayat berikut secara lengkap di lembaran, kemudian masukkan ke dalam air dan kucurkan kepada dia, yaitu kalimat: Laa Ilaha Illallah Al Halimul Karim Subhanallahi Rabbil ‘Arsyil ‘Azhim Al Hamdulillahi Rabbil ‘Alamin. (Tiada Ilah Kecuali Allah yang Maha Mulia, Maha Suci Allah Rabbnya Arsy Yang Agung, Segala Puji Bagi Allah Rabb Semesta Alam)
Ka’annahum yauma yaraunaha lam yalbatsu illa ‘asyiyyatan aw dhuhaha. (Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia), melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi. QS. An Nazi’at (79): 46)
Ka’annahum yauma yarauna maa yu’aduna lams yalbatsuu illa saa’atan min naharin balaagh. (Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup. QS. Al Ahqaf (46): 35) (Imam Al Qurthubi, Al Jami’ Li Ahkamil Quran, 16/222. Dar Ihya’ At Turats)
Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan sebagai berikut:
فَصْلٌ وَيَجُوزُ أَنْ يَكْتُبَ لِلْمُصَابِ وَغَيْرِهِ مِنْ الْمَرْضَى شَيْئًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَذِكْرُهُ بِالْمِدَادِ الْمُبَاحِ وَيُغْسَلُ وَيُسْقَى كَمَا نَصَّ عَلَى ذَلِكَ أَحْمَد وَغَيْرُهُ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَد : قَرَأْت عَلَى أَبِي ثِنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ ؛ ثِنَا سُفْيَانُ ؛ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ الْحَكَمِ ؛ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ ؛ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : إذَا عَسِرَ عَلَى الْمَرْأَةِ وِلَادَتُهَا فَلْيَكْتُبْ : بِسْمِ اللَّهِ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ { كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا } { كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ بَلَاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ } . قَالَ أَبِي : ثِنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ بِإِسْنَادِهِ بِمَعْنَاهُ وَقَالَ : يُكْتَبُ فِي إنَاءٍ نَظِيفٍ فَيُسْقَى قَالَ أَبِي : وَزَادَ فِيهِ وَكِيعٌ فَتُسْقَى وَيُنْضَحُ مَا دُونَ سُرَّتِهَا قَالَ عَبْدُ اللَّهِ : رَأَيْت أَبِي يَكْتُبُ لِلْمَرْأَةِ فِي جَامٍ أَوْ شَيْءٍ نَظِيفٍ . وَقَالَ أَبُو عَمْرٍو مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَد بْنِ حَمْدَانَ الحيري : أَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ النسوي ؛ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَد بْنِ شبوية ؛ ثِنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ ؛ ثِنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ ؛ عَنْ سُفْيَانَ ؛ عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى ؛ عَنْ الْحَكَمِ ؛ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ ؛ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : إذَا عَسِرَ عَلَى الْمَرْأَةِ وِلَادُهَا فَلْيَكْتُبْ : بِسْمِ اللَّهِ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ ؛ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ؛ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ { كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا } { كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ بَلَاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ } . قَالَ عَلِيٌّ : يُكْتَبُ فِي كاغدة فَيُعَلَّقُ عَلَى عَضُدِ الْمَرْأَةِ قَالَ عَلِيٌّ : وَقَدْ جَرَّبْنَاهُ فَلَمْ نَرَ شَيْئًا أَعْجَبَ مِنْهُ فَإِذَا وَضَعَتْ تُحِلُّهُ سَرِيعًا ثُمَّ تَجْعَلُهُ فِي خِرْقَةٍ أَوْ تُحْرِقُهُ
“Dibolehkan bagi orang yang sakit atau tertimpa lainnya, untuk dituliskan baginya sesuatu yang berasal dari Kitabullah dan Dzikrullah dengan menggunakan tinta yang dibolehkan (suci) kemudian dibasuhkan tulisan tersebut, lalu airnya diminumkan kepada si sakit, sebagaimana hal ini telah ditulis (dinashkan) oleh Imam Ahmad dan lainnya.
Abdullah bin Ahmad berkata; Aku membaca di depan bapakku: telah bercerita kepada kami Ya’la bin ‘Ubaid telah bercerita kepada kami Sufyan, dari Muh. bin Abi Laila, dari Hakam, dari Said bin Jubeir dari Ibnu Abbas ia berkata: “Jika seorang ibu sulit melahirkan maka tulislah …

بِسْمِ اللَّهِ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
       
   “Dengan nama Allah, Tidak ada Ilah selain Dia, Yang Maha Mulia, Maha Suci Allah Rabbnya ‘Arys yang Agung, segala puji bagi Allah Rabba semesta alam.”

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
      
    “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (QS. An Naziat (79):46)

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ بَلَاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ
    
    “Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.” (QS. Al Ahqaf (46): 35)
Bapakku berkata: Telah menceritakan kepadaku Aswad bin ‘Amir dengan sanadnya dan dengan maknanya dan dia berkata: Ditulis di dalam bejana yang bersih kemudian diminum. Bapakku berkata: Waki’ menambahkannya: Diminum dan dipercikkan kecuali pusernya (ibu yang melahirkan), Abdullah berkata: Aku melihat bapakku menulis di gelas atau sesuatu yang bersih untuk seorang ibu (yang sulit melahirkan).

Abu Amr Muham mad bin Ahmad bin Hamdan Al Hiri berkata: Telah mengabarkan kepada kami Al Hasan bin Sufyan An Nasawi, telah bercerita kepadaku Abdullah bin Ahmad bin Syibawaih telah bercerita kepadaku Ali bin Hasan bin Syaqiq, telah bercerita kepadaku Abdullah bin Mubarak, dari Sufyan dari ibnu Abi Laila, dari Al Hakam, dari Said bin Jubeir, dari Ibnu Abbas, ia berkata: Jika seorang wanita sulit melahirkan maka tulislah:

(lalu disebutkan ayat-ayat seperti di atas)
Ali berkata: ditulis di atas kertas kemudian digantungkan pada anggota badan wanita (yang susah melahirkan). Ali berkata: Dan sungguh kami telah mencobanya, maka tidaklah kami melihat sesuatu yang lebih menakjubkan (hasilnya) dari padanya maka jika wanita tadi sudah melahirkan maka segeralah lepaskan, kemudian setelah itu sobeklah atau bakarlah.”(Demikian fatwa Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa, 4/187. Maktabah Syamilah)
Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah menyebutkan beberapa riwayat dari kaum salaf (terdahulu) kebolehan membaca atas menuliskan ayat Al Quran pada wadah lalu airnya dipercikkan kepada orang sakit. Berikut ini ucapannya:

قَالَ الْخَلّالُ حَدّثَنِي عَبْدُ اللّهِ بْنُ أَحْمَدَ : قَالَ رَأَيْتُ أَبِي يَكْتُبُ لِلْمَرْأَةِ إذَا عَسُرَ عَلَيْهَا وِلَادَتُهَا فِي جَامٍ أَبْيَضَ أَوْ شَيْءٍ نَظِيفٍ يَكْتُبُ حَدِيثَ ابْنِ عَبّاسٍ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ لَا إلَهَ إلّا اللّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللّهِ رَبّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبّ الْعَالَمِينَ { كَأَنّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ بَلَاغٌ } [ الْأَحْقَافُ 35 ] { كَأَنّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلّا عَشِيّةً أَوْ ضُحَاهَا } [ النّازِعَاتُ 46 ] . قَالَ الْخَلّالُ أَنْبَأَنَا أَبُو بَكْرٍ الْمَرْوَزِيّ أَنّ أَبَا عَبْدِ اللّهِ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ اللّهِ تَكْتُبُ لِامْرَأَةٍ قَدْ عَسُرَ عَلَيْهَا وَلَدُهَا مُنْذُ يَوْمَيْنِ ؟ فَقَالَ 
قُلْ لَهُ يَجِيءُ بِجَامٍ وَاسِعٍ وَزَعْفَرَانٍ وَرَأَيْتُهُ يَكْتُبُ لِغَيْرِ وَاحِدٍ

“Berkata Al Khalal: berkata kepadaku Abdullah bin Ahmad, katanya: Aku melihat ayahku menulis untuk wanita yang sulit melahirkan di sebuah  wadah putih atau sesuatu yang bersih, dia menulis hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu:
Laa Ilaha Illallah Al Halimul Karim Subhanallahi Rabbil ‘Arsyil ‘Azhim Al Hamdulillahi Rabbil ‘Alamin. (Tiada Ilah Kecuali Allah yang Maha Mulia, Maha Suci Allah Rabbnya Arsy Yang Agung, Segala Puji Bagi Allah Rabb Semesta Alam)

Ka’annahum yauma yarauna maa yu’aduna lam yalbatsuu illa saa’atan min naharin balaagh. (Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup. QS. Al Ahqaf (46): 35)
Ka’annahum yauma yaraunaha lam yalbatsu illa ‘asyiyyatan aw dhuhaha. (Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia), melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi. QS. An Nazi’at (79): 46)

Al Khalal mengatakan: mengabarkan kepadaku Abu Bakar Al Marwazi, bahwa ada seseorang datang kepada  Abu Abdullah (Imam Ahmad), dan berkata: “Wahai Abu Abdillah (Imam Ahmad), kau menulis untuk wanita yang kesulitan melahirkan sejak dua hari yang lalu?” Dia menjawab: “Katakan baginya, datanglah dengan wadah yang lebar dan minyak za’faran. “ Aku melihat dia menulis untuk lebih dari satu orang. (Zaadul Ma’ad, 4/357. Muasasah Ar Risalah)
 
Beliau juga mengatakan:
وَرَخّصَ جَمَاعَةٌ مِنْ السّلَفِ فِي كِتَابَةِ بَعْضِ الْقُرْآنِ وَشُرْبِهِ وَجَعَلَ ذَلِكَ مِنْ الشّفَاءِ الّذِي جَعَلَ اللّه فِيهِ . كِتَابٌ آخَرُ لِذَلِكَ يُكْتَبُ فِي إنَاءٍ نَظِيفٍ { إِذَا السّمَاءُ انْشَقّتْ وَأَذِنَتْ لِرَبّهَا وَحُقّتْ وَإِذَا الْأَرْضُ مُدّتْ وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلّتْ } [ الِانْشِقَاقُ 41 ] وَتَشْرَبُ مِنْهُ الْحَامِلُ وَيُرَشّ عَلَى بَطْنِهَا .

“Segolongan kaum salaf memberikan keringanan dalam hal menuliskan sebagian dari ayat Al Quran dan meminumnya, dan menjadikannya sebagai obat yang Allah jadikan padanya. Untuk itu, dituliskan di bejana yang bersih:

“Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, dan apabila bumi diratakan, dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.” (QS. Al Insyiqaq (84): 1-4)
Lalu diminumkan kepada orang hamil dan diusapkan ke perutnya. (Ibid, 4/358). Demikian. Wallahu A’lam
Baca Selengkapnya »»» Sunnah-Sunnah yang Perlu Dilakukan Selama Kehamilan

Kumpulan Fatwah-fatwah MUI

Diposting oleh Unknown

Baca Selengkapnya »»» Kumpulan Fatwah-fatwah MUI

Kumpulan Doa Sehari-hari

Diposting oleh Unknown

KUMPULAN DOA SEHARI-HARI

Menurut bahasa do'a artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan. Sebagai umat islam sudah seharusnya kita selalu berdoa sebelum dan setelah melakukan sesuatu atau ketika mempunyai hajat kepada Allah SWT. Di laman ini saya ingin menuliskan doa sehari-hari yang sering kita gunakan.
  1. Do'a Ketika Akan Tidur

    بِاسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَبِاسْمِكَ اَمُوْتُ

    BISMIKALLAHUMMA AHYA WA BISMIKA AMUUT

    " Ya Allah dengan menyebut namaMu aku hidup dan dengan menyebut namaMu aku mati "
  2. Do'a Ketika Bangun Tidur

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَحْيَانَا بَعْدَ مَا اَمَاتَنَا وَ اِلَيْهِ النُّشُوْرُ

    ALHAMDULILLAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSHUUR

    " Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan dan kepadaNya kami akan kembali "
  3. Doa untuk kedua orang tua

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ
    سورة نوح : ٢٨
    ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA
    Ya Alloh ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku
    (QS.Nuh 28)

    رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِـيْراً
    سورة الإسراء٢٤
    ROBBIR_HAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO
    serta kasihilah mereka berdua seperti mereka mengasihiku sewaktu kecil
    (QS.Alisroq 24)
  4. Doa kebaikan dunia -akhirat

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً,
    ROBBANAA AATINAA FIDDUN-YAA _HASANAH
    "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia
    وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً,
    WAFIL-AAKHIROTI _HASANAH
    "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di akhirat
    وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    WAQINAA ‘ADZAABANNAAR
    dan peliharalah kami dari siksa neraka".
  5. Do'a Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)

    اَللّهُمَّ اِنىِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ

    ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI

    " Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan jantan dan setan betina "
  6. Do'a Ketika Keluar Kamar Mandi (WC)

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذى وَعَافَنِى

    ALHAMDULILLAHIL LADZII ADZHABA ANNIL ADZA WA 'AAFANII

    " Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dan telah membuatku sehat "
  7. Do'a Ketika Masuk Masjid

    اَللّهُمَّ افْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    ALLAHUMMAF TAHLII IBWAABA ROHMATIKA

    " Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatMu "
  8. Do'a Ketika Keluar Masjid

    اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
    ALLAHUMMA INNII AS ALUKA MIN FADLLIKA

    " Ya Allah sesungguhnya aku mohon anugerahMu "
  9. Do'a Ketika Mengenakan Pakaian

    اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْـأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَا هُوَ لَهُ وَ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَ لَهُ

    ALLAHUMMA INNII AS'ALUKA MIN KHAIRIHI WA KHAIRIMAA HUWA LAHU, WA A'UUDZU BIKA MIN SYARRIHII WA SYARRI MAA HUWA LAHU

    " Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu dari kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang ada padanya. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada padanya "
  10. Do'a Ketika Melepas Pakaian

    بِسْمِ اللهِ الَّذِى َلااِلهَ اِلاَّ هُوَ

    BISMILLAHIL LADZII LAA ILAAHA ILLA HUWA

    "Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia "
  11. Do'a Ketika Bercermin

    اَلْحَمْدُ ِللهِ، اَللّهُمَّ كَمَا حَسَنْتَ خَلْقِى فَحَسِّنْ خُلُقِى
    ALHAMDULILLAH, ALLAHUMMA KAMAA HASANTA KHALQII FAHASSIN KHULUQII

    " Segala Puji Bagi Allah, Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memperindah tubuhku maka perindahkanlah pula akhlaqku "
  12. Do'a Ketika Menyisir Rambut

    اَللّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِى وَبَشَرِى عَلىَ النَّارِ
    ALLAHUMMA HARRIM SYA'RII WA BASYARII 'ALAN NAAR

    " Ya Allah, halangilah rambut dan kulitku dari api neraka "
  13. Do'a Sebelum Makan

    اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْـتَنَا وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
    ALLAHUMMA BAARIK LANAA FIIMAA RAZAQTANAA WA QINAA 'ADZAABAN NAAR

    " Ya Allah berkahilah kami dalam rizki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan periharalah kami dari siksa api neraka "
  14. Bacaan Lupa Baca Do'a Makan

    بِسْمِ اللهِ اَوَّلُهُ وَ اخِرُهُ
    BISMILLAHI AWWALUHU WA AAKHIRUHU

    " Dengan Menyebut nama Allah dari permulaan hingga penghabisannya "
  15. Do'a Sesudah Makan

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ
    ALHAMDULILLAHIL LADZII ATH'AMANAA WA SAQAANA WA JA'ALANA MUSLIMIIN

    " Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami seorang muslim "
  16. Do'a Akan Keluar Rumah

    بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ
    BISMILLAHI TAWAKKALTU 'ALALLAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH

    " Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah semata "
  17. Do'a Akan Masuk Rumah

    بِسْمِ اللهِ وَلَجْناَ وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْناَ وَعَلَى رَبِّنـَا تَوَكَّلْناَ
    BISMILLAHI WALAJNA WA BISMILLAHI KHARAJNA WA 'ALAA RABBINA TAWAKKALNA

    " Dengan menyebut nama Allah aku masuk rumah, dengan nama Allah pula aku keluar dan kepada Allah pula aku berserah diri "
  18. Do'a Ketika Bersin

    Orang Yang Bersin
    اَلْحَمْدُ ِللهِ
    ALHAMDULILLAH
    " Segala puji bagi Allah "


    Orang Yang Mendengar
    يَرْحَمُكَ الله ُ
    YARHAMUKALLAH
    " Semoga Allah Merahmatimu "


    Orang Yang Bersin Menjawab
    يَهْدِيْكُمُ الله ُ
    YAHDIIKUMULLAH
    " Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu "
Baca Selengkapnya »»» Kumpulan Doa Sehari-hari

MUJAHIDIN TEWASKAN 100 TENTARA SYIAH DAN HANCURKAN 15 KENDARAAN MILITER DI SAMARA

Diposting oleh Unknown on Kamis, 19 Juni 2014


LAGI, MUJAHIDIN TEWASKAN 100 TENTARA SYIAH DAN HANCURKAN 15 KENDARAAN MILITER DI SAMARA


BAGHDAD (Arrahmah.com) – Pertempuran sengit kembali pecah pada hari Ahad (15/6/2014) antara pasukan Nouri Al-Maliki dan pejuang suku-suku muslim di dekat stasiun kota Samara. Pertempuran itu mengakibatkan 15 kendaraan militer hancur dan terbakar, islammemo melaporkan.

Komisi Dukungan Media untuk Revolusi Irak mengutip dari nara sumbernya di rumah sakit kota Samara, menegaskan bahwa pertempuran itu menewaskan 100 tentara Nouri Al-Maliki dan milisi-milisi Syiah yang membantunya.

Komisi juga melaporkan pejuang suku-suku muslim Baghdad utara berhasil memukul mundur pasukan Nouri Al-Maliki di wilayah Saba’ Al-Bur menuju wilayah Syaikh Amir dan dari wilayah Hur Basya. Para pejuang suku muslim menghantam pasukan Syiah Nouri Al-Maliki di sekitar jembatan Saba’ Al-Bur dengan meriam Hawan kaliber 82 mm dan kaliber 120 mm.

Komisi menambahkan bahwa para pejuang suku muslim menghujani pasukan Syiah dengan tembakan senjata ringan, menengah dan berat. Pertempuran sengit itu berjalan selama dua jam, sebelum akhirnya pasukan Syiah melarikan diri dari wilayah Saba’ Al-Bur.

Marshad Al-Jihad Al-Alami melaporkan kelompok Jaisyul Mujahidin berhasil merobohkan tiga menara pengawas militer dalam pertempuran dengan pasukan Nouri Al-Maliki di wilayah Syaikh Amir yang menuju wilayah Saba’ Al-Bur. Jaisyul Mujahidin terlibat pertempuran sengit dengan salah satu kompi dalam Brigade 59 pasukan Nouri Al-Maliki.

(muhib al majdi/arrahmah.com)
Baca Selengkapnya »»» MUJAHIDIN TEWASKAN 100 TENTARA SYIAH DAN HANCURKAN 15 KENDARAAN MILITER DI SAMARA

PERTEMPURAN DI IRAK BERLANJUT, MUJAHIDIN MENGUASAI KOTA TAL AFAR

Diposting oleh Unknown


PERTEMPURAN DI IRAK BERLANJUT, MUJAHIDIN MENGUASAI KOTA TAL AFAR


BAGHDAD (Arrahmah.com) – Kelompok-kelompok bersenjata pada Ahad (15/6/2014) malam menguasai kota Tal Afar di propinsi Niniveh, Irak utara setelah terjadi pertempuran sengit dengan pasukan rezim Irak dan milisi-milisi Syiah, Al-Jazeera melaporkan.

Kantor berita Reuters mengutip pengakuan sejumlah saksi mata dari kalangan penduduk kota Tal Afar bahwa kelompok-kelompok bersenjata berhasil memasuki kota yang terletak 60 kilometer di sebelah barat kota Mosul tersebut.

Sejumlah orang yang berhasil dihubungi Reuters melalui sambungan telepon menegaskan bahwa kelompok ISIS memasuki kota yang mayoritas penduduknya dari suku Turkman tersebut, setelah pertempuran sengit dengan pasukan rezim Irak sejak hari Sabtu.

Informasi-informasi awal menyebutkan sepuluh orang tewas dan belasan lainnya cedera akibat baku tembak dan bombardir di kota Tal Afar. Namun total jumlah korban belum diketahui secara pasti saat pertempuran sengit berhenti.

Penduduk muslim Ahlus Sunnah dalam kota Tal Afar menuduh kepolisian dan pasukan keamanan rezim Irak menembakkan meriam Hawan terhadap desa-desa sunni di kota itu. Hal itu mendorong mujahidin dari kelompok ISIS yang bermarkas di luar kota untuk menyerang ke dalam kota.

Mayoritas penduduk Tal Afar adalah suku-suku Turkman yang beragama Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah. Penguasaan mujahidin ISIS terhadap kota Tal Afar akan menjadikan kota itu sebagai kota pertama berpenduduk mayoritas Syiah yang takluk kepada ISIS.

Seorang anggota dewan keamanan yang dibentuk oleh Perdana Mentri Syiah Nouri Al-Maliki mengatakan helikopter tempur Irak menyerang kelompok ISIS di pinggiran kota Tal Afar. Sementara para saksi mata mengatakan ISIS menembakkan anti air craft untuk menghalau serangan helikopter tempur Al-Maliki.

(muhib al majdi/arrahmah.com)
Baca Selengkapnya »»» PERTEMPURAN DI IRAK BERLANJUT, MUJAHIDIN MENGUASAI KOTA TAL AFAR

AL-QUR'AN TETAP UTUH SETELAH SEBUAH MOBIL TERBAKAR DI ARAB SAUDI

Diposting oleh Unknown


AL-QUR'AN TETAP UTUH SETELAH SEBUAH MOBIL TERBAKAR DI ARAB SAUDI


RIYADH (Arrahmah.com) – Sebuah Al-Qur’an tetap utuh setelah kebakaran yang menyebabkan sebuah mobil hangus di provinsi Jazan Arab Saudi.

“Sopir itu mengatakan kepada saya bahwa mobil milik ayahnya tersebut selalu menyimpan Al-Qur’an di dalamnya,” seorang pria Saudi mengatakan kepada Harian Sabq, seperti dilansir Emirates 24/7, Ahad (2/3/2014).

Menurut harian Saudi, sopir tersebut sedang mengendarai mobilnya di provinsi Jazan Arab Saudi ketika mobil itu tiba-tiba terbakar, mendorong dia untuk melompat keluar.

Orang-orang yang melihat kejadian tersebut memeriksa pengemudi itu dan mobilnya, dan mereka menemukan bahwa Al-Qur’an merupakan satu-satunya benda yang utuh di dalam mobil yang hangus total oleh lalapan api.

“Ketika saya melihat ke dalam mobil yang hangus terbakar, saya terpana melihat bahwa semuanya hancur kecuali Al-Qur’an yang tetap utuh,” katanya.

“Saya memutuskan untuk mendokumentasikan keajaiban ini dengan mengambil gambar melalui ponsel saya,” kata pria Saudi yang melihat kejadian tersebut dan mengabadikan keajaiban yang terjadi dengan ponselnya.

(ameera/arrahmah.com)
Baca Selengkapnya »»» AL-QUR'AN TETAP UTUH SETELAH SEBUAH MOBIL TERBAKAR DI ARAB SAUDI